thx banget bwt ryska,, bwat puisi "saya belajarnya" yang ada di blog "anaqteqa.blog.frindster" dalem banget bwt gw… hehehe…
n bwt gw sadar,, cinta ada walaupun ga disampein scara lisan,, ada walaupun dia ga pnah bilang dia sayang gw,,,,
bwt gw sadar,, bwat apa buang2 waktu bwt seorang yang pernah mencintai gw,, (ka mending kali cuma 2 tahun,, devi 8 tahun n sumpah CAPE BGT!!!!)
bwt gw sadar artinya tmen2 gw bwt gw,,, (mereka selalu ada bwt gw walaupun cuma bwt ngomelin gw..)
bwt gw sadar,, klo orang2 yang sangat membenci gw justru mereka sangat memperhatikan gw (gtu juga sebaliknya…)
n mungkin gw juga lagi kna "virus merah jambu" gw sendiri ga tau,, mungkin krna klamaan menutup diri ini gw mpe ga sensitif lagi bwt perasaan yang bikin gw bertahan dengan "nimo" selama 8 tahun ini,,,
tanpa perasaan yang katanya "cinta" ini,, gw ga bakalan kali btahan mencintai orang yang katanya tmen2 gw tuh super egois, belagu, so kegantengan deelel,, hahaha.. ga tau yah kalo "nimo" baca ni blog gmana???
Saya belajar,
bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai saya.
saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai..
Saya belajar,
bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan
dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya….
Saya belajar,
bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan banyak hal
dan kami selalu memiliki waktu terbaik…
Saya belajar,
bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan
semangat hidup saya kembali serta
orang yang begitu perhatian pada saya…
Saya belajar,
bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh,
Beberapa diantaranya melahirkan cinta sejati….
Saya belajar,
bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
seperti yang saya inginkan,
bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya….
Saya belajar,
bahwa sebaik-baiknya pasangan itu,
mereka pasti pernah melukai perasaan saya….
dan untuk itu saya harus memaafkannya…
Saya belajar,
bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain…
kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus-menerus…
Saya belajar,
bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya,
tapi saya harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah
lakukan..
Saya belajar
bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda,
tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda…
Saya belajar,
bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki
tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya…
Saya belajar,
bahwa tidak ada yang instant atau serba cepat di dunia ini,
semua butuh proses dan pertumbuhan,
kecuali saya ingin sakit hati…
Saya belajar
bahwa saya harus memilih
apakah menguasai sikap dan emosi
atau sikap dan emosi itu yang menguasi diri saya…
Saya belajar,
bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti
saya harus benci dan berlaku bengis….
Saya belajar,
bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan
orang yang saya cintai…
Saya belajar,
bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera
dari kehidupan saya…